Merawat bayi down syndrome memang perlu kesabaran dan ketekunan ekstra. Bayi down syndrome memiliki otot rendah serta beresiko lebih besar memiliki gangguan pada jantung dan terkena infeksi. Meski demikian, pijatan untuk bayi tetap dibutuhkan.
Dr. Atilla Dewanti, SpA, dokter spsesialis anak dari Brawijaya Women & Children Hospital saat ditemui dalam acara Workshop Baby Spa di Graha Unilever, Jakarta, Senin (27/8/2012), mengatakan pijatan pada bayi down syndrome sangat bagus. Karena pada dasarnya, pijatan kepada bayi ini bukan seperti pijat pada orang dewasa.
"Pijatan untuk bayi itu terapi sentuhan atau skin to skin contact. Ini semacam wujud sentuhan bonding ibu kepada bayinya," katanya.
Pijatan untuk bayi, menurut Atilla bersifat universal. Baik untuk bayi normal maupun mereka yang berkebutuhan khusus. Kegiatan ini merangsang fisik, psikis serta indera pada bayi.
Atilla mengatakan, sentuhan yang benar akan menstimulasi pertumbuhan bayi dan membuatnya lebih rileks. Penelitian menemukan, ketika dipijit bayi akan mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini membuatnya merasa nyaman. Saat melakukan pijatan, orang tua perlu melakukan dengan santai sembari mengajak bayi berkomunikasi.
Sentuhan halus pada tubuh bayi akan membantu merangsang motorik kasar seperti merangkak dan duduk, serta motorik halus seperti kemampuan menggenggam.
Untuk memijat bayi, caranya, bayi dibaringkan di atas massage bed atau pangkuan. Pemijatan bisa dimulai dari bagian depan, bawah ke atas. Kemudian, beralih ke bagian kaki, naik ke perut, dada, tangan dan wajah. Pemijatan bagian belakang dilakukan dengan posisi bayi tengkurap, dimulai dari kaki bagian belakang baru kemudian bagian punggung.
Pemijatan dilakukan tanpa tekanan yang keras dan cenderug mengusap. Pijat dilakukan selama kurang lebih 30 menit.