Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

5 Latihan Penghilang Stres

||
tips sehatBerbagai kesibukan dan kegiatan sehari-hari dapat memicu stres, bahkan penyakit berat lainnya seperti diabetes, jantung dan lain-lain. Untuk mencegahnya, berikut lima latihan yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk tetap fit dan menjauhkan diri dari stres seperti dilansir iDiva.

1. Pemanasan
Lakukan pemanasan sebelum Anda mulai berolahraga agar tubuh tidak keram nantinya. Lakukan gerakan ringan seperti lari ditempat, menggerak-gerakan leher, gerakan memutar di bahu, menyentuh ujung jari kaki dan lainnya.

2. Latihan Kekuatan
Untuk melatih kekuatan otot, Anda bisa coba melakukan squats dan lunges untuk daerah paha dan kaki. Atau bisa juga melakukan sit-up yang baik untuk bagian perut, lengan dan punggung Anda. Gerakan bhujangasan membantu menguatkan daerah punggung dan lengan, sementara naukasan membantu bagian perut dan tulang belakang Anda.

3. Yoga
Lakukan beberapa gerakan yoga untuk mendapatkan manfaat seperti fleksibilitas, menguatkan otot dan mencegah keropos tulang. Selain secara fisik, yoga juga baik untuk ketenangan mental, memperlancar pernapasan dan bisa mengurangi stres.

4. Relaksasi
Shavasan atau relaksasi lengkap adalah cara terbaik untuk keseluruhan latihan Anda. Kegiatan ini dapat menenangkan tubuh dan juga pikiran.

5. Latihan Pernapasan
Selain membuat rileks, latihan pernapasan juga akan memberi tubuh banyak manfaat. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah Kapalbhati. Anda hanya perlu menghirup napas secara normal, tetapi menghembuskannya dengan keras secara teratur. Lakukan latihan ini secara rutin dan rasakan manfaatnya.

Senyuman Ampuh Melawan Stres

||
tersenyumSelama ini ada anggapan tersenyum bisa membuat seseorang rileks dan menghilangkan stres. Ternyata anggapan ini bukanlah isapan jempol belaka, karena tersenyum benar-benar bisa membuat stres Anda hilang.

Para ilmuwan mengungkapkan tersenyum benar-benar dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Psikolog Tara Kraft dan Sarah Pressman dari University of Kansas menyelidiki potensi manfaat tersenyum.

"Tersenyum tidak hanya menjadi indikator nonverbal yang penting dari kebahagiaan, tapi juga menjadi obat mujarab untuk mengatasi stres akibat kehidupan," ujar Kraft, seperti dikutip dari Timesofindia, Selasa (4/9/2012).

Senyum sendiri dibagi menjadi 2 kategori yaitu senyum standar yang menggunakan otot-otot sekitar mulut, serta senyum asli atau Duchenne yang melibatkan otot di sekitar mulut dan kedua mata.

Hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan tersenyum benar-benar bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Orang yang tersenyum memiliki detak jantung yang lebih rendah setelah mengalami kegiatan yang membuatnya stres.

Temuan yang dilaporkan dalam jurnal Association for Psychological Science ini membuktikan tersenyum singkat saat stres bisa membantu mengurangi intensitas respons stres tubuh, terlepas dari apakah orang tersebut benar-benar merasa bahagia atau tidak.

Senyum yang dilakukan juga bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Dengan demikian maka stres akan berkurang dan lebih mampu mengambil tindakan.

"Untuk itu jika Anda terjebak dalam lalu lintas yang macet atau mengalami stres akibat hal lainnya, cobalah memegang wajah dan tersenyum sejenak. Ini tidak hanya membuat stres Anda berkurang tapi juga membantu tingkatkan kesehatan jantung," ujar Kraft.

Seni, Keindahan Untuk Terapi Jiwa

||
terapi seniEfek brain plasticity, semacam perbaikan sel-sel otak, merupakan hasil yang diharapkan dari pengobatan medis bagi penderita gangguan jiwa. Psikoterapi, termasuk terapi seni, sangat penting untuk menunjang terjadinya efek tersebut.

”Obat membantu secara kimiawi terjadinya pemulihan sel-sel otak. Adapun psikoterapi, seperti terapi seni, dibutuhkan untuk memberi isi pikir yang positif,” kata psikiater Margarita M Maramis dari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, akhir Juli lalu, dalam seminar mengenai gangguan bipolar di Jakarta.

Gangguan bipolar merupakan gangguan otak yang ditandai dengan perubahan mood (perasaan), pikiran, energi, dan perilaku. Itu berbeda dengan skizofrenia, yang menurut Margarita juga merupakan gangguan otak, tetapi lebih memengaruhi isi pikir, seperti adanya halusinasi, ilusi, dan delusi.

Pada prinsipnya, bipolar dan skizofrenia membutuhkan farmakoterapi dan nonfarmakoterapi. Farmakoterapi alias obat diberikan oleh psikiater.

Adapun nonfarmakoterapi dilakukan lewat psikoterapi dan psikoedukasi. Psikoterapi adalah pemberian aktivitas tertentu, sedangkan psikoedukasi meningkatkan kesadaran pasien untuk mengatasi gangguan penyakitnya dan menurunkan stigma.

”Keduanya bermanfaat agar pasien mengerti cara terbaik berhubungan dengan keluarga, pasangan, dan masyarakat dalam membentuk kehidupan mereka,” kata Margarita.

Keseimbangan

Ahli psikologi klinis Monty Prawiratirta Satiadarma dari Universitas Tarumanagara, Jakarta, menyebutkan, menjaga keseimbangan hidup memerlukan saluran. Terapi seni merupakan salah satu saluran. ”Fantasi penderita skizofrenia ataupun bipolar sangat luar biasa. Jalur seni rupa paling bisa mewadahi,” ujar Monty.

Ia mengatakan, terapi seni merupakan bagian penting untuk pemeliharaan kesehatan, tetapi di Indonesia masih sedikit dijalankan.

Seni sebagai kegiatan untuk mengekspresikan diri atau pengalaman. ”Untuk menjalankan terapi seni, kemampuan diagnostik menjadi sangat penting,” paparnya.

Seni rupa tiga dimensi lebih tepat diterapkan bagi mereka yang didiagnosis mengalami gangguan mental serta motorik. Seni rupa tiga dimensi seperti membuat patung dengan tanah liat atau adonan kertas (paper clay).

Diagnostik dapat dilakukan dengan mengamati hasil karya lukis pada dua dimensi. Misalnya, penderita menggambar bentuk setan karena ada gambaran setan dalam pikirannya.

”Dengan terapi seni, kita ajak penderita mengubah isi pikiran, di mana gambaran setan diubah jadi malaikat,” katanya.

Seni inklusif

Dalam diskusi Indonesian Street Art Database, akhir Juli, dua narasumber, Khairani Barokka dan Hana Alfikih, membicarakan terapi seni dan kaitannya dengan disabilitas.

Sebagai advokat seni inklusif, Khairani memaparkan, terapi seni mengubah keadaan diri seseorang dari kurang baik menjadi lebih baik. ”Seperti seni grafiti (street art) untuk mencurahkan isi hati mampu menjadi kegiatan self healing (penyembuhan diri),” katanya.

Khairani menyatakan, sangat sedikit pendidikan psikologi yang memasukkan terapi seni untuk orang-orang dengan disabilitas. Program pemerintah juga masih minim untuk pengembangan terapi seni.

Hana mengungkapkan, seni menjadi bagian penting sejak kecil, terutama ketika ia mengalami halusinasi yang menimbulkan berbagai gangguan, seperti keinginan untuk bunuh diri dan rasa takut terhadap halusinasinya.

Dari psikiater, lanjut Hana, ia mengetahui dirinya mengalami skizofrenia. ”Saya mengalahkan ketakutan saat itu dengan mencoret-coret dinding di kamar,” ujarnya.

Keinginan bunuh diri pun dapat ia redam meski dengan menyakiti diri sendiri. Menyakiti diri sendiri itu belakangan diekspresikan Hana dengan menato beberapa bagian tubuhnya, terutama lengan kirinya.

”Tato-tato ini dikerjakan selama 11 kali. Bukan untuk keindahan, melainkan muncul ketika ada keinginan untuk menyakiti diri sendiri,” ujarnya.

Menato kulit memang bukan bagian dari terapi seni. Menurut Monty, itu metode pengalihan rasa sakit dengan memindahkan layar proyeksi ke dalam kanvas tubuhnya.

”Ketika tato itu untuk menyakiti diri sendiri, yang perlu dilihat, mengapa muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri?” kata Monty.

Minimnya pengembangan terapi seni dapat dilihat dari agenda pemerintah yang tidak sensitif terhadap fungsi seni. Pemerintah lebih mengutamakan masalah kognitif dan persoalan religi.

”Kita mengalami dehumanisasi yang juga sekaligus denaturalisasi,” tutur Monty.

Secara umum, seni mengutamakan unsur keindahan dan memiliki arah afektif atau mengasihi. Seni juga mendekatkan manusia dengan alam. Seni menjadi jembatan antara dunia luar dan dunia dalam (batin).

Pengabaian seni menimbulkan dehumanisasi, yaitu makin merendahkan martabat atau nilai kemanusiaan, juga denaturalisasi, yang tampak nyata dengan upaya penghancuran alam oleh manusia.

Jangan Pernah Ucapkan Ini Pada Anak

||

Image-7330Jangan Pernah Ucapkan Ini Pada Anak - Sebuah penelitian menyebutkan bahasa memiliki pengaruh besar terhadap orang lain ketika berkomunikasi. Maka dari itu, sebagai orang tua, Anda sebaiknya juga memilih bahasa yang baik ketika mendidik mereka. Hindari kelima ucapan terlarang pada anak seperti yang dilansir dari Your Tango(04/09) ini.

Dasar bodoh!
Bahkan mengolok orang dewasa bodoh pun sangat tidak sopan. Sebab kata-kata bodoh memiliki dampak negatif dalam jangka panjang. Makanya, jangan ucapkan ini pada anak Anda.

Itu bukan pekerjaan!
Anak sering ditanya apa cita-cita mereka. Saat dewasa, rupanya cita-cita tersebut masih ingin diraih. Namun ada juga orang tua yang tidak mendukung cita-cita anaknya dan malah berkata apa yang mereka lakukan itu bukan sebuah pekerjaan. Ucapan ini jelas akan membuat anak menjadi patah semangat sebelum berusaha.

Mungkin kau perlu menurunkan standar
Orang tua seharusnya memotivasi anak dan mendukung keinginan buah hatinya yang mengarah pada hal positif. Sayangnya, beberapa orang tua yang malah memerintahkan anaknya menurunkan standar pandangan hidupnya. Sama seperti kejadian sebelumnya, anak malah akan putus asa karena ucapan yang satu ini.

Kau sangat...
Ragu-ragu dan tidak melanjutkan ucapan juga sebaiknya tidak dilakukan orang tua pada anaknya. Sebab hal itu akan membuat anak kurang percaya diri.

Anak pintar!
Memang banyak orang tua yang masih sering mengucapkan hal ini ada anaknya. Padahal ucapan 'Anak pintar!' memberi dampak yang artinya anak hanya akan dianggap pintar ketika melakukan hal tertentu.

Meskipun demikian, tidak ada orang tua yang sempurna. Jadi jika Anda tidak sengaja berkata buruk pada anak, segera minta maaf pada mereka.

Sulit Hamil, Kapan Harus Ikhlas?

||

sulit hamilKetika belum juga hamil setelah beberapa tahun menunggu, Anda mulai rajin bertanya pada teman-teman bagaimana supaya bisa hamil. Terutama, pada mereka yang harus berusaha dulu supaya bisa hamil. Dengan semangat membara, Anda mencari informasi mengenai dokter yang hebat, mengonsumsi makanan yang kabarnya bisa meningkatkan kesuburan, mempraktikkan saran-saran seperti mengganjal pinggul dengan bantal saat berhubungan intim, hingga mencari perawatan alternatif.

Ketika semua upaya tersebut tak membuahkan hasil, Anda masih penasaran. Semangat masih ada, harapan pun belum pudar. Anda dan suami melakukan serangkaian tes yang disarankan dokter kandungan dari segala penjuru kota, berhubungan intim pada tanggal-tanggal yang sudah ditentukan dokter, bahkan mulai menjalani laparoskopi untuk mengatasi masalah seperti endometriosis dan ketidaksuburan, hingga memulai proses inseminasi buatan (IUI, intrauterine insemination).

Setelah bertahun-tahun, tubuh mulai kelelahan karena harus mengonsumsi obat-obatan, dan pulang-pergi ke tempat praktik dokter. Usia semakin bertambah, dan Anda dibayangi kekhawatiran bagaimana bila harus menjalani masa tua seorang diri tanpa kehadiran anak. Semakin stres lagi karena suami tampaknya tak begitu antusias menjalani perawatan ini. Meskipun selalu menemani Anda berobat, ia sendiri sering lupa minum obatnya, atau tak berminat mencari-cari informasi mengenai upaya-upaya mendapatkan kehamilan.

Sekali lagi, Anda mendapati bahwa semua upaya tersebut tetap tak membuahkan hasil. Hasil test pack selalu negatif, meskipun Anda sempat terlambat datang bulan. Tabungan sudah terkuras untuk membiayai perawatan yang sangat mahal. Rasa kecewa sungguh menggerogoti pikiran dan hati.

Tawaran dokter untuk mulai menjalani prosedur in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung, tak begitu menggugah semangat Anda. Menjalani prosedur ini membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat, mengingat prosesnya tidak mudah dan tidak sebentar. Anda harus siap beristirahat total dari pekerjaan untuk sementara waktu, agar hasilnya lebih maksimal. Tetapi, itu pun peluang keberhasilannya pun tidak 100 persen.

Anda mengenal orang-orang yang setelah memutuskan untuk pasrah, ternyata mereka bisa hamil. Tak sedikit pula yang berkisah bagaimana mereka tiba-tiba hamil setelah sebelumnya mengangkat anak. Benarkah demikian? Tetapi bila benar, apakah Anda kelak mampu mencintai anak adopsi itu seperti buah hati Anda sendiri?

Pada titik ini, kegetiran mulai melanda hati Anda. Anda ingin menyerah, ingin berpasrah seperti saran dari teman-teman, tetapi di sisi lain Anda juga masih ingin berusaha. Anda yakin bahwa harapan masih ada, apalagi dokter mengatakan Anda dan suami masih punya peluang untuk hamil. Tetapi kejenuhan yang luar biasa juga mendorong Anda untuk berhenti. Menyerah, sekarang juga. Tapi, haruskah? Kapan waktu yang tepat untuk berhenti berusaha?

Saat untuk menyerah
Sebenarnya, anggapan bahwa mengadopsi anak bisa meningkatkan kesuburan perempuan, dan membuatnya hamil, tidak selalu benar. Menurut laporan Resolve.org, persentase perempuan yang menjadi hamil setelah mengadopsi hanya sekitar 5 persen, sama besarnya dengan perempuan yang mengalami infertilitas dan tidak mengadopsi anak.

Bukti-bukti mengenai kisah-kisah tersebut memang terjadi, tetapi tidak bisa menjadi patokan, demikian menurut Dana S. Dunn, profesor bidang psikologi sosial dari Moravian College in Pennsylvania.

“Kita cenderung terlalu mengeneralisasi dari sejumlah contoh di mana orang berhasil melakukan hal-hal yang hebat. Bahayanya menafsirkan kesuksesan orang melawan semua kesulitannya adalah bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana upaya mereka mencapainya. Kita tidak sungguh-sungguh tahu langkah-langkah yang mereka jalani, bagaimana latar belakang mereka, atau dukungan yang mereka terima," papar Dunn, yang juga penulis Research Methods for Social Psychology ini.

Sebaliknya, riset justru membuktikan bahwa tekad yang terlalu kuat untuk hamil bisa menyebabkan depresi, bahkan melemahkan kekebalan tubuh Anda. Fakta bahwa Anda kesulitan untuk hamil lah yang membuat Anda stres. Karena itu, meskipun tidak ada standar pasti mengenai waktu yang tepat untuk berhenti berusaha, Anda bisa mempertimbangkan untuk menyerah ketika Anda mengalami hal-hal berikut:

* Anda mulai kehilangan kegembiraan dan semangat untuk memiliki anak, dan malah merasa sial, kalah, tidak berguna, patah hati, gelisah, frustrasi, stres berat... pendek kata, tidak bahagia.
* Menyadari bahwa hal ini memengaruhi hubungan Anda dengan suami, karena Anda merasa suami tidak sepenuhnya mendukung keinginan Anda. Anda jadi kerap bertengkar karena masing-masing merasa tidak punya tujuan yang sama. Padahal, suami mungkin justru tidak ingin terlalu memikirkannya agar tidak menjadi stres.
* Hubungan seks tidak lagi menyenangkan, karena Anda melakukannya dengan target mencapai kehamilan. Pada saat Anda dan suami sedang kecapekan, kewajiban ini menjadi sangat tidak menyenangkan.
* Salah satu dari Anda selalu mengatakan ingin sekali punya anak, tetapi menolak untuk menjalani perawatan kesuburan.
* Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mencari informasi tentang kehamilan, ketimbang mengupayakan kehidupan yang bahagia dan menyenangkan.
* Menyadari bahwa tujuan untuk hamil, dan proses mencapainya, tidak lagi mencerminkan siapa Anda.
* Merasa kecewa karena telah menghabiskan waktu, energi, dan uang untuk bisa hamil, dan tidak ada hasilnya.

Pada intinya, ketika upaya Anda untuk hamil justru memberi pengaruh negatif pada kehidupan Anda, pada kondisi keuangan, dan mood Anda, mungkin inilah saatnya untuk mempertimbangkan opsi lain, seperti adopsi. Namun jika Anda masih punya motivasi yang kuat, dan bisa mengimbangi semua hambatan tersebut dengan kegembiraan akan hadirnya sosok mungil yang akan melengkapi kebahagiaan Anda berdua, Anda bisa jalan terus. Jangan menyerah, tetaplah berusaha!

Menjauhkan Anak Dari Sifat Manja

||
tips ibu dan anakOrang tua selalu ingin melindungi anaknya dari segala kesedihan dan hal yang tak menyenangkan lainnya. Kasih sayang juga mendorong orang tua selalu ingin memenuhi segala keinginan anaknya. Tapi bagaimana, kalau semua itu menjadikan sang anak manja? Nah, agar tak terjebak dalam pola ddik yang tanpa kita sadari justru membuat anak menjadi manja, berikut hal yang perlu diperhatikan orang tua.

1. Biarkan ia gagal
Mengapa? Karena kegagalan adalah alat pengajaran yang kuat. Saat anak mencoba menyusun lego atau mengunting gambar biarkan ia melakukan kesalahan. Atau saat perlombaan biarkan ia berusaha tanpa bantuan. Biarkan anak melakukan kesalahan dalam mencoba. Gagal bukan hal yang buruk, itu hanya bagian dari proses.

2. Ajarkan mereka menangani kekecewaan
Kita ingin anak-anak kita bahagia, kegagalan dan kekecewaan adalah perasaan yang tidak menyenangkan. Sebagai orang tua sudah menjadi insting Anda untuk melindungi anak-anak dari kekecewaan. Tapi dalam hidup hal tersebut nantinya tak tak terelakkan. Melindungi anak dari perasaan sedih bukan hal buruk tapi jika ia merasa gagal meyelesaikan suatu tugas, kalah dalam pertandingan, tugas Anda untuk mengajar mereka menangani perasaannya. Menghibur dan mengatakan bahwa hal itu biasa terjadi.

3.Berhenti membuntuti mereka
Biarkan mereka bernafas! Maksudnya sesekali membiarkan mereka main keluar bersama teman-temannya di halaman atau berkunjung ke rumah temannya lepas dari Anda. Tanpa Anda ia akan terlatih untuk mengambil keputusan sendiri dan menghadapi masalahnya sendiri. Sesekali biarkan mereka membuat beberapa keputusan sendiri seperti memilih waktu belajar, memutuskan mainan yang ingin ia beli atau memilih kegiatan yang ingin dihabiskan saat akhir pekan. Pergi ke pantai, taman hiburan, berenang atau nonton di bioskop berikan kesempatan untuknya mengambil keputusan. Bagaimana mereka akan menangani keputusan yang besar jika mereka tidak bisa berlatih dari kecil?

4. Anda yang pegang kendali
Ketika Anda membawa pulang bayi yang menggemaskan dari rumah sakit, sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu yang begitu kecil bisa jadi pengendali. Tapi itu benar dan mereka akan mengendalikan Anda dan kehidupan Anda. Merengek meminta segala hal. Andalah orang dewasa yang membuat peraturan. Anda yang mengatur budget dan menentukan barang yang bisa dimiliki atau belum pantas dimiliki anak-anak. Anda yang mengatur menu dan jam tidur. Menjadi orang tua yang penyayang bukan berarti Anda tidak bisa bersikap tegas.

Waduh, Parfum Bisa Picu Depresi

||
parfum picu depresiAroma parfum rekan sekerja, bau pengharum ruangan, atau bau rokok yang menempel di jaket seseorang yang kita temui di lift bagi sebagian besar dari kita hanyalah sebuah bau biasa.

Namun bagi sebagian orang, berbagai aroma tersebut bisa mengganggu dan melemahkan. Bahkan, menurut studi terbaru yang dimuat dalam jurnal The Annals of Family Medicine, sebenarnya cukup banyak orang yang menderita intoleransi alias sangat sensitif pada zat kimia.

"Beberapa orang bisa mengalami reaksi yang berat pada level zat kimia yang sangat rendah, bahkan yang sebenarnya tidak tercium," kata Ketua Peneliti, Dr David Katerndhal, profesor dari Universitas Texas Health Science Center di San Antonio.

Menurut data WHO, produksi zat kimia di seluruh dunia naik tiga sampai empat persen setiap tahun.

Diperkirakan sekitar dua persen orang menderita intoleransi zat kimia sehingga mereka bisa menderita gangguan kesehatan gara-gara zat kimia. Dalam penelitian yang dilakukan Katerndhal, sekitar 20 persen dari 400 orang dewasa yang disurvei tergolong dalam intoleransi zat kimia.

Orang yang menderita intoleransi zat kimia bisa mengalami gejala alergi dan serangan panik. Pada kasus yang lebih berat, mereka bisa menderita depresi dan kecanduan alkohol. Gangguan kesehatan lain yang bisa dialami antara lain bronkitis, asma, radang paru, sinusitis, hipertiroid, penyakit autoimun, dan migren.

Penyebab sensitivitas yang tinggi tersebut bisa dikarenakan faktor genetik atau karena paparan zat kimia dalam jumlah kecil secara konstan sehingga lama-lama menumpuk dan menyebabkan intoleransi.

Menurut Katerndhal, tidak ada satu jenis atau sekelompok zat kimia yang menyebabkan intoleransi zat kimia. Ini berarti Anda harus menghindari berbagai zat kimia sebisa mungkin.

7 Elemen Bahagia Seseorang

||
bahagiaPara peneliti di Australia meneliti mengenai hal-hal yang bisa membuat seseorang merasa bahagia. Mereka menemukan adanya 7 hal yang membuat seseorang merasa bahagia. Hasil penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal The Psychological Science. Apa saja hasilnya?

1. Gaya hidup yang sehat.
2. Bisa menyemat mimpi.
3. Mampu menaruh angan dan tujuan hidup yang masuk akal.
4. Percaya bahwa dirinya bisa merealisasikan tujuan dan harapannya.
5. Penuh cinta dan kesukaan.
6. Memiliki kehidupan sosial yang sehat.
7. Memiliki pasangan hidup yang tepat dan sepadan.

Para penulis dari peneliti tersebut menyatakan bahwa poin terakhir itu merupakan kunci dari poin-poin yang lainnya. Dipercaya, pemilihan pasangan yang sepadan dan mampu mendukungnya dalam semua aspek bisa memengaruhi banyak hal lain. Masalah dalam keluarga bisa mengarah kepada kegagalan dalam bentuk hidup lainnya, namun memahami bahwa Anda memiliki teman hidup yang kuat dan bisa mendukung akan membuat seseorang lebih percaya diri dan tenang. Hal ini yang akan menjamin kesuksesan seseorang, setidaknya begitu dari hasil penelitian dari aspek psikologis penelitian ini.

Uniknya, kesejahteraan dan kepenuhan dalam segi harta tidak dimasukkan dalam "bahan baku" kebahagiaan seseorang. Karena menurut para peneliti, uang hanya bagian atau komponen dan konsekuensi dari poin 5 (pemenuhan pekerjaan favorit), dan uang sendiri tidak memengaruhi kebahagiaan.

8 Alasan Orang Cepat Marah

||
penyebab marahMarah merupakan emosi yang sehat seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa, takut, tersinggung atau merasa terluka. Namun, jika Anda menemukan orang terdekat marah secara berlebihan, selidiki dulu apakah ia dalam pengaruh pengobatan atau menderita suatu penyakit.

Dr. Helen Stokes Lampard dari Royal College of General Practitioners mengatakan, ada sejumlah kondisi medis dan obat-obatan yang dapat menyulut kemarahan seseorang.  Berikut adalah 8 hal yang sering dilaporkan terkait tingkat kemarahan di antara pasien :

1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Kondisi ini biasanya banyak dialami para wanita. Menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospitals Birmingham and BMI the Priory Hospital, Birmingham, hormon tiroid mempengaruhi sistem metabolisme Anda. Hal ini akan meningkatkan kegelisahan, gugup, serta sulit berkonsentrasi. Ketika tiroid terlalu aktif, ini dapat menjadi alasan mengapa Anda mudah berteriak kepada anak-anak Anda, suami, atau orang lain.

2. Obat kolesterol

Statin yang diresepkan sebagai obat kolesterol tinggi menimbulkan efek samping yang menyebabkan seseorang mudah kehilangan kesabaran. Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas California, statin akan membuat serotonin lebih rendah, yang menyebabkan peningkatan depresi dan kematian.

3. Diabetes


Seorang penderita diabetes yang kekurangan gula darah akan meningkat kemarahannya. Ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh dapat menyebabkan ketidakseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, sesorang menjadi lebih agresif, kebingungan, marah berlebihan dan bahkan serangan panik.

4. Depresi

Menurut Paulus Blenkiron, seorang psikiater di Bootham Park Hospital, York, akibat depresi seseorang dapat merasa sangat marah, gelisah serta menyebabkan perasaan tidak berharga, malu atau merasa bersalah.

5. Autisme

Gangguan perkembangan ini bisa mempengaruhi pertumbuhan otak secara normal serta ketrampilan sosial dan komunikasi. Banyak hal yang menstimulasi sensorik dapat meningkatkan kemarahan penderita autisme.

6. Alzheimer

Penyakit ini merupakan bentuk demesia atau kepikunan yang mempengaruhi fungsi otak termasuk perilaku emosional dan kepribadian seseorang. Hal ini dapat menyebabkan ledakan kemarahan.

7. Obat tidur

Obat-obat tidur seperti Benzodiazepin bekerja dengan memperlambat berbagai fungsi otak. Dengan pengurangan beberapa fungsi, obat tidur ini bisa menambah kemarahan seseorang.

8. Sindrom pra menstruasi


Sindrom pra menstruasi (PMS) pada wanita terjadi karena tidak seimbangnya hormon seperti estrogen dan progesteron. Wanita menjadi lebih mudah marah tanpa alasan yang jelas. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, mood wanita bisa berubah selama dua minggu terakhir siklus menstruasi atau dua minggu sebelum menstruasi.

Melihat delapan penyebab di atas, Anda kini mengerti bahwa kemarahan orang yang Anda cintai belum tentu berasal dari ego nya. Penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi serotonin dalam otak dan memicu kemarahan yang tidak wajar.

Membaca Buku Bisa Perbaiki Mental

||
membaca bukuMembaca memang kebiasaan yang baik karena akan memperluas pengetahuan. Tetapi hobi membaca, terutama buku bagus, punya manfaat lebih dari itu karena menyehatkan mental dan fisik.

Di era twitter dan pesan pendek seperti saat ini, tingkat konsentrasi seseorang untuk membaca dalam waktu lama sudah jauh berkurang. Karenanya membaca novel atau buku bisa menjadi penawar.

Ahli saraf Baroness Susan Greenfield mengatakan, membaca bisa memperpanjang rentang perhatian pada anak-anak dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berpikir jernih.

"Sebuah cerita memiliki awal, pertengahan, dan akhir. Sebuah struktur yang akan merangsang otak kita untuk berpikir dalam sebuah urutan, menghubungan sebab, akibat, dan keterkaitan. Makin sering dilakukan makin baik," kata Greenfield.

Membaca juga akan memperkaya hubungan karena meningkatkan pemahaman kita pada kebudayaan lain dan membantu kita belajar berempati.

Penelitian baru yang dilakukan tim dari University of Michigan menemukan bahwa dalam 10 tahun terakhir ini, di mana perkembangan teknologi informasi sangat pesat, terjadi penurunan empati di kalangan para mahasiswa sampai 48 persen.

"Dalam permainan komputer kita harus menyelamatkan putri, tetapi kita tak banyak peduli pada si putri, tujuan kita adalah menang," jelas Greenfield.

Berbeda dengan cerita putri dalam buku yang memiliki masa lalu, masa kini, dan masa depan, ia punya hubungan dan motivasi. Kita bisa merasa terhubung dengannya, kita melihat dunia melalui matanya.

Menurut John Stein, profesor emeritus ilmu saraf dari Magdalen College, Oxford, membaca sesungguhnya bukan kegiatan pasif. "Membaca melatih seluruh otak," katanya.

Ketika kita sedang asyik membaca sebuah buku menarik, kita melakukan lebih dari sekedar mengikuti sebuah cerita. Membayangkan apa yang terjadi sangat baik untuk otak.

Teknologi pemindaian otak (MRI) kini bisa membuktikan hal tersebut. Dalam penelitian tahun 2009 di Amerika terungkap, saat kita membaca dan membayangkan sebuah pemandangan, suara, bau, dan rasa yang diceritakan dalam buku, berbagai area dalam otak yang dipakai untuk memproses hal itu di dunia nyata, ikut aktif. Sehingga tercipta sambungan-sambungan otak baru.

Dengan kata lain, saat membaca otak kita meniru pengalaman nyata seperiti halnya jika kita mengalami langsung. Hal tersebut tak terjadi ketika kita menonton televisi atau bermain video game.

Membaca juga terbukti menyehatkan mental karena kegiatan ini mengurangi perasaan kesepian dan membuat kita melupakan masalah sejenak. Penelitian tahun 2009 juga menunjukkan, membaca selama enam menit bisa mengurangi level stres lebih dari yang bisa dilakukan oleh musik atau kegiatan jalan-jalan.

Konsentrasi yang kita lakukan saat membaca akan mengalihkan pikiran, menenangkan ketegangan otot, dan memperlambat detak jantung. Membaca juga disebut mampu mencegah penuaan otak.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal The Archives of Neurology, disebutkan kebiasaan membaca sejak usia muda bisa mencegah penyakit Alzheimers. Pemindaian otak terhadap orang lanjut usia berusia di atas 60 tahun menunjukkan mereka yang melakukan kegiatan melatih otak secara rutin, seperti membaca, main catur, dan menulis surat, memiliki plak lebih sedikit di otaknya.

Jadi, mari mulai membaca.

Benarkah Pria Anti Sayuran

||
sayuranHampir semua informasi kesehatan menyebutkan bahwa sayur-mayur adalah makanan paling sehat di dunia. Kendati begitu, cukup banyak orang tidak menyukai bahan makanan ini, terutama kaum pria.

Alasan mengapa pria kurang menyukai sayur terungkap dalam penelitian psikologi. Disebutkan bahwa pria tidak melihat nilai kesehatan dari konsumsi buah dan sayur. Selain itu mereka juga tak yakin mampu secara rutin mengasup sayuran dan buah seperti halnya wanita.

"Hasil studi menunjukkan bahwa pria tidak punya kepercayaan sebesar wanita terhadap sayur dan buah untuk menjaga kesehatan. Selain itu mereka juga tidak bisa selalu mengasup sayuran, terutama jika sedang di tempat kerja atau menonton TV," kata John A Updegraff, kandidat profesor bidang kesehatan psikologi dari Kent State University, di Ohio.

Dalam penelitiannya, Updegraff dan timnya mencoba mengetahui apakah sebuah ide psikologi yang disebut "teori perilaku terencana" bisa memberi penjelasan mengapa pria lebih jarang mengonsumsi sayuran dan buah.

Teori tersebut melihat kaitan antara kepercayaan seseorang dan perilaku mereka. Para peneliti melihat tiga kepercayaan yang bisa memotivasi orang untuk mengasup makanan bernutrisi, perilaku mereka terhadap buah dan sayur, perasaan mereka terhadap penguasaan makanan, dan pengetahuan mereka tentang orang lain yang ingin memperbaiki pola makannya.

Data yang dipakai dalam studi ini mencakup 3.400 orang dari data survei National Cancer Institute's Food Attitudes and Behavior. Survei dilakukan tahun 2007, termasuk pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur perilaku seseorang, serta kepercayaan dan kebiasaan menyangkut makanan. Sekitar 40 persen responden berusia 35-54 tahun.

Secara keseluruhan, wanita lebih sering mengasup buah dan sayuran. Mereka percaya dengan sering mengonsumsi buah dan sayur membuat mereka panjang umur dan terlihat lebih cantik.

Para wanita juga cenderung lebih yakin mereka mampu mengonsumsi sayuran dan buah saat mereka lapar, ngemil, kelelahan, atau di sekitar orang lain yang mengonsumsi junk food.

Perilaku dan kebiasaan kaum wanita menyangkut makanan tersebut bertolak belakang dengan kaum pria.

"Karenanya, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman para pria tentang pentingnya pola makan sehat. Mereka juga harus diyakinkan bahwa mereka tetap bisa memilih makanan sehat baik di rumah atau di tempat kerja," kata Updegraff.

Stres Melanda, Kapan Waktunya ke Dokter?

||

stresBeban emosi yang menumpuk dan stres akibat pekerjaan tanpa disadari akan berdampak jangka panjang pada tubuh. Meski dalam kadar tertentu stres tetap diperlukan agar kita semakin siap menghadapi tantangan, tetapi stres berkepanjangan bisa merugikan.

Penelitian menunjukkan, stres yang diakibatkan keadan mental-emosional jauh lebih berbahaya daripada stres fisik. Stres jenis ini bisa mengakibatkan berbagai gangguan mental, seperti gangguan panik dan depresi.

Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah dengan rileksasi. Meluangkan waktu untuk diri sendiri, melakukan hobi atau bersantai. Memiliki sikap hidup yang positif, berpikir rasional, optimis dan menerima hal-hal yang tidak dapat diubah juga bisa membantu kita hidup bersama stres.

Cara lain untuk meningkatkan kesehatan jiwa adalah dengan mencari bantuan ahli untuk melakukan konseling. "Meminta bantuan profesional bukan berarti Anda orang yang kalah, tetapi kita bisa mengubah stres yang dialami menjadi lebih efektif," kata dr. Surjo Dharmono, ahli kedokteran jiwa dari FKUI-RSCM.

Lantas, kapan stres yang kita rasakan sudah dikategorikan perlu mendapat bantuan ahli? "Sebenarnya saat kita merasa tertekan dan mengalami gejala-gejala stres, konseling akan membantu meringankan," katanya.

Tidak seperti sakit badan, bila jiwa yang sedang sakit memang sulit dikenali. Namun menurut Surjo ada beberapa kondisi yang wajib membutuhkan bantuan dokter jiwa.

Kondisi tersebut antara lain:

  1. - Kecemasan yang hebat atau panik
  2. - Depresi berkepanjangan
  3. - Keluhan fisik menahun tanpa penyebab yang jelas. Misalnya dada sering berdebar, sakit maag menahun, sering diare, gemetar dan keringat dingin.
  4. - Emosi sangat labil, mudah marah, gampang menangis.
  5. - Disfungsi kehidupan sosial, misalnya mengurung diri, relasi interpersonal memburuk.
  6. - Mengalami halusinasi dan delusi.
  7. - Mulai muncul ide bunuh diri.

10 Aneka Fobia

||

fobiaApakah Anda takut dengan ruangan gelap? Atau serangga dengan antena yang panjang? Tenang, Anda bukan satu-satunya orang yang mengalaminya. Ketakutan tertentu tersebut merupakan fobia yang sebenarnya bisa disembuhkan. Yuk simak berbagai jenis fobia yang paling umum seperti yang dilansir dari Health Me Up (24/08) ini.

Arachnophobia
Jenis fobia pertama adalah ketakutan terhadap laba-laba. Ada berbagai gejala yang dialami ketika penderita arachnophobia melihat laba-laba. Misalnya berteriak, menangis, berkeringat dingin, sampai susah bernapas.

Ophidiophobia
Ophidiophobia merupakan fobia terhadap ular. Ketika ada ular, penderita fobia ini bisa saja pingsan, kehilangan kontrol, cemas, takut terus-menerus, dan lari terbirit-birit. Cemas dan takut tersebut bahkan bisa memicu serangan panik.

Acrophobia
Takut ketinggian? Istilahnya adalah acrophobia. Wanita lebih cenderung menderita fobia yang satu ini daripada pria. Ketakutan terhadap tempat tinggi pun biasanya menyebabkan rasa cemas berlebihan.

Agoraphobia
Fobia yang satu ini cukup unik, yaitu takut akan tempat yang sulit untuk keluar dari situasi tertentu. Misalnya saja tempat ibadah, pusat perbelanjaan yang ramai, bahkan di rumah sendiri. Agoraphobia muncul dari kebiasaan mengurung diri sehingga cemas jika harus pergi ke suatu tempat.

Cynophobia
Fobia terhadap hewan lainnya adalah cynophobia, yaitu ketakutan terhadap anjing. Beberapa orang hanya takut pada jenis anjing tertentu. Penderita cynophobia pun sering merasa diteror, suka sembunyi, berlari, dan menangis saat bertemu anjing.

Astraphobia
Ketakutan terhadap petir disebut dengan astraphobia. Gejalanya antara lain adalah menangis, berkeringat, panik, ingin ke kamar mandi, dan mual. Penderita astraphobia sering menutup telinga saat ada petir atau berlindung di bawah selimut di atas tempat tidur.

Trypanophobia
Anak kecil sudah biasa jika takut disuntik. Namun ketika ketakutan itu terus berlanjut hingga dewasa, berarti Anda menderita trypanophobia. Fobia ini memiliki gejala panik, jantung berdegup kencang, gemetaran, dan berusaha keras menjauhi jarum suntik.

Social phobia
Kalau Anda melihat seseorang terlalu malu, selalu menghindari pertemuan dan sosialisasi atau bicara di depan umum, bisa jadi ia menderita social phobia.

Pteromerhanophobia
Fobia terakhir yang paling sering ditemukan adalah ketakutan untuk terbang. Penyebab fobia ini bisa jadi adalah kecelakaan yang pernah dialami di masa lalu.

Nah, itulah berbagai fobia yang paling umum. Apakah Anda juga termasuk orang yang takut akan hal-hal tertentu seperti yang disebutkan di atas?

Suka Merenung Bisa Melemahkan Otak

||
merenungBagi para biang galau, sangat mudah merenungkan masalah dan berprasangka buruk apabila sedang menghadapi problematika. Merenung ada kalanya membuat orang jadi lebih menyadari kesalahannya, tapi sebaiknya jangan berlarut-larut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa banyak merenung justru menurunkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalahnya.

Untuk memahami faktor apa saja yang mempengaruhi manusia dalam memecahkan masalah, peneliti meminta 51 orang peserta penelitian untuk menonton video klip film pendek. Video klip ini dirancang untuk membuat penonton sedih. Setelah itu para peneliti memberikan tes untuk mengetahui kemampuan peserta dalam memecahkan masalah.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang mampu mengalihkan perhatiannya dari rasa sedih mendapat skor yang lebih baik. Rendahnya kemampuan memecahkan masalah dalam hubungan personal membuat orang lebih rentan depresi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cambridge ini menyimpulkan bahwa orang yang rentan depresi yang memiliki suasana hati yang lebih rendah dan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang buruk.

Penelitian lain menguji bagaimana suasana hati mempengaruhi manusia. Hasilnya, orang yang depresi cenderung memiliki suasana hati yang lebih buruk setelah merenungkan masalahnya. Sementara itu, orang yang tidak depresi tidak mengalami perubahan suasana hati sama sekali setelah merenungkan masalahnya.

"Terlepas dari apakah peserta cenderung merenungkan masalahnya, orang yang menanggapi mood negatif dengan segera mengalihkan pikiranya lebih besar kemungkinannya memperoleh solusi yang efektif atas masalahnya dibandingkan peserta yang menanggapi mood negatif dengan merenung," kata para peneliti seperti dilansir Medical Daily, Senin (25/6/2012).

Menurut penelitian ini, para perenung akan mendapat solusi pemecahan masalahnya dengan lebih baik apabila mengalihkan diri diri dari pikiran negatif. Memikirkan hal yang netral untuk jangka waktu yang singkat saja sudah cukup membuat seseorang bisa memecahkan masalahnya dengan baik.

"Merenung tidak akan menyulitkan seseorang dalam memecahkan masalahnya jika ia segera melakukan pengalihan. Dengan demikian, pengalihan perhatian ini akan melindungi individu dari efek perenungan yang mengganggu dalam proses pemecahan masalah," kata para peneliti.

Kondisi Bipolar Tidak Mudah Diketahui

||
bipolarGangguan bipolar memiliki ciri khusus perubahan suasana hati yang ekstrem dari tiba-tiba sangat gembira kemudian berubah menjadi sangat sedih dan depresif. Mendeteksi pasien bipolar juga ternyata tidak mudah.

Padahal jika tak diatasi, gangguan ini bisa memunculkan keinginan bunuh diri yang cukup besar saat si penderita berada dalam kondisi depresif.

Maka itu diagnosis yang tepat dapat menurukan risiko bunuh diri pada pasien. Sayangnya, memang tidak mudah melakukan deteksi untuk penderitanya.

Dokter spesialis kejiwaan dr Margarita Maria Maramis, Sp.KJ (K) menjelaskan, sebanyak 46% penyandang gangguan bipolar telah melakukan konsultasi kepada 3 atau lebih profesional sebelum akhirnya mendapat diagnosis yang tepat.

Bahkan sekitar 10% penyandang gangguan ini telah berkunjung sebanyak 7 kali atau lebih sebelum benar-benar didagnosis mengidap gangguan bipolar.

"Jumlah penderita gangguan bipolar sebenarnya cukup banyak, yaitu sekitar 8% dari populasi. Sayangnya, banyak pasien yang terlambat mendapat diagnosis hingga 10 tahun. Keadaan ini mengakibatkan episode gangguan semakin sering, spontan, berat dan kurang merespons pengobatan," kata dr Margarita dalam acara Seminar Media mengenai Tata Laksana Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Bipolar di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Jika terlambat ditangani risiko bunuh diri pada pasien bipolar meningkat 79% saat berada dalam episode depresi, namun hanya 11% pada kondisi gembira atau mania dengan gambaran psikotik.

Tak hanya itu, kondisi mania atau depresif ini juga sering mengakibatkan penyalahgunaan zat dan terjadinya seks bebas.

Tak Patuh Minum Obat

Pasien gangguan bipolar biasanya ditangani dengan psikoterapi dan psikoedukasi serta diberikan obat untuk menekan perubahan suasana hati yang drastis.

Untuk obat-obatan, seringkali tidak hanya diberikan 1 obat karena kompleksitas gejala yang muncul, tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Meskipun sudah diberi obat, tingkat kekambuhan gangguan ini masih cukup besar, yaitu sekitar 80% dalam setahun.

Penyebabnya adalah karena pasien kurang patuh terhadap terapi dan pengobatan yang diberikan. Kenyataannya, masih banyak pasien yang tidak patuh terhadap pengobatan. Menurut dr Margareta, jumlahnya cukup besar, yaitu sekitar 51-64% pasien.

"Keadaan ini merupakan penyebab utama kekambuhan dan peningkatan risiko kembali ke rumah sakit serta meningkatkan biaya terapi. Obat-obatan yang baik ditoleransi oleh pasien sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi dan mengurangi beban ekonomi dan beban keluarga akibat gangguan bipolar," kata dr Margarita.

Gangguan bipolar sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Namun penelitian menunjukkan bahwa otak pasien bipolar memiliki mekanisme yang berbeda.

Ketika pasien bipolar 'kumat', bagian otak yang memproses rasionalisasi dan berpikir tidak begitu aktif, namun area otak yang disebut amigdala untuk memproses emosi lebih aktif.

Obat-obatan antispikotik akan dapat menyeimbangkan aktifitas otak ini sehingga menekan gejala bipolar.

5 Tanda Emosional Yang Rentan

||
rentan emosionalSebuah hubungan percintaan maupun pernikahan akan bertahan lama meski ada banyak masalah jika masing-masing pasangan merasa aman secara emosional. Tanda-tanda ketidakamanan emosional salah satunya adalah sikap yang posesif atau agresif terhadap pasangan.

Sangat diperlukan bantuan dan dukungan dari pasangan untuk memerangi gejala utama ketidakamanan emosional yang membuat seseorang merasa tidak tenang sepanjang waktu dan berpotensi stres.

Jika akar penyebab masalahnya tidak segera ditangani tepat pada waktunya, akan berkembang menjadi masalah yang serius.

Berikut 6 gejala utama ketidakamanan emosional dalam sebuah hubungan, seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (16/8/12) antara lain:

1. Kecemburuan

Kecemburuan adalah tanda ketidakamanan emosional dalam suatu hubungan. Mungkin wajar jika cemburu terhadap orang lain yang mungkin mengusik hubungannya. Tetapi jika seseorang juga cemburu terhadap kedekatan pasangan dengan teman-teman dan kerabat, hal ini merupakan salah satu gangguan emosional.

Rasa cemburu terang-terangan juga merupakan tanda kelemahan emosional dan rendahnya harga diri.

2. Selalu tergantung kepada orang lain

Seseorang yang tidak mampu memutuskan segala sesuatu sendiri dan selalu bergantung terhadap pertimbangan orang lain, juga dapat menjadi tanda kondisi emosional yang tidak aman. Hal ini membuat seseorang merasa tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain atau pasangan.

3. Kemarahan yang berlarut-larut

Wajar bagi pasangan jika timbul masalah dalam kehidupan rumah tangganya dan menyebabkan kemarahan. Tetapi jika salah satu pasangan terus menerus tidak mau mengalah dan mencari-cari alasan sehingga kemarahannya berlarut-larut, pasti ada sesuatu yang salah dengannya.

Hal tersebut merupakan tanda-tanda bahwa seseorang tidak aman secara emosional. Biasanya orang dengan kondisi emosional seperti ini merasa tidak percaya terhadap perasaan pasangan dan terus-menerus marah sampai mengetahui bahwa pasangannya benar-benar mencintainya.

4. Tidak percaya diri

Keamanan emosional berpengaruh besar terhadap cara seseorang menjalani hidupnya. Orang yang merasa tidak aman secara emosional akan kekurangan kepercayaan diri dan tidak mau mengambil risiko.

5. Merasa rentan

Kerentanan emosional adalah gejala lain dari ketidakamanan emosional. Ketidakamanan emosional juga akan menimbulkan masalah dalam sebuah hubungan karena orang merasa rentan dan terancam oleh pengkhianatan.

6. Kesulitan berkomunikasi

Seseorang yang merasa tidak aman secara emosional juga akan merasa tidak aman jika berkomunikasi dengan orang lain. Dirinya akan kesulitan dalam menyampaikan apa yang dirasakan dan memilih untuk diam.

Hal ini akan membuatnya terjebak dalam keheningan dan dapat mengintimidasi perasaan pasangannya.

Tenangkan Hati Bumil Dengan Yoga

||
yoga pada bumilPerubahan hormon yang terjadi selama kehamilan bisa memengaruhi kondisi emosional calon ibu. Salah satu cara untuk menjaga agar ibu hamil tetap rileks dan tenang menjalani kehamilannya adalah dengan mengikuti yoga.

Dalam penelitian terbukti berlatih yoga selama 10 minggu bisa mengurangi depresi pada ibu hamil sekaligus meningkatkan ikatan antara ibu dan calon bayi.

Penelitian dilakukan pada wanita dengan usia kehamilan 12-26 minggu yang menunjukkan gejala depresi.

"Hasil studi ini memberikan bukti bahwa yoga bisa menjadi alternatif dari terapi obat-obatan untuk mengatasi gejala depresi pada ibu hamil," kata Maria Muzik, peneliti dari Universitas Michigan yang melakukan riset ini.

Ketidakstabilan mental selama kehamilan, termasuk depresi dan kecemasan, kini menjadi perhatian dunia kedokteran. Perubahan hormon, faktor genetik dan faktor sosial dianggap memengaruhi kondisi emosi ibu hamil.

Pengaruh stres pada kehamilan sudah cukup banyak diteliti, misalnya saja kenaikan berat badan bayi yang rendah, preeklampsia, persalinan prematur, serta kesulitan ibu untuk melakukan bonding dengan bayi pasca persalinan. Penelitian juga menunjukkan, kesedihan yang dirasakan ibu selama hamil bisa ditularkan pada bayinya.

Meski obat-obatan terbukti efektif mengatasi depresi kehamilan, tetapi dikhawatirkan akan ada pengaruhnya pada bayi.

Yoga telah terbukti bukan hanya meredakan gejala-gejala stres, tapi juga menjaga agar pikiran calon ibu tetap santai dan tenang, sekaligus meningkatkan energi.

Fakta: Ini Sebabnya Orang Sering Emosi

||
marahFluktuasi kadar serotonin menyebabkan beberapa orang jadi agresif. Hasil studi ini dipublikasikan oleh para peneliti dari Universitas Cambridge.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Cambridge, menunjukkan pengaruh serotonin dalam mengatur perilaku agresif. Serotonin adalah neurotransmitter monoamina yang ditemukan pada saluran gastrointestinal (GI) dan sistem saraf pusat (SSP).

Para peneliti melakukan uji coba pada subyek penelitian yang sehat. Peneliti melakukan sedikit perubahan dalam pola diet subyek. Makanan diet mereka diberi campuran asam amino, yang tidak memiliki triptofan, konstituen utama dari serotonin.

Otak subyek kemudian dipindai dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), saat peneliti mengamati ekspresi wajah marah, sedih atau netral. Ini adalah sebuah prosedur non-invasif yang menghasilkan gambar dua dimensi suatu organ atau struktur internal dari jaringan lunak.

Setelah diamati, tingkat serotonin yang rendah bisa mengganggu komunikasi antara sistem emosional limbik otak dan lobus frontal, sebagaimana dilansir Lifemojo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar serotonin yang rendah membuat korteks prefrontal lebih sulit menangani respon emosional untuk marah, yang berasal dari sistem limbik emosional.

Peneliti masih akan melakukan studi lanjutan terkait masalah kekurangan hormon serotonin. Hal itu dikarenakan gangguan kejiwaan juga berperan besar dalam memicu perilaku agresif.

Kiat Membuang Amarah di Hati

||

marah[4]Banyak sebab yang menimbulkan kemarahan. Namun, tak banyak orang tahu bagaimana mengalihkan kemarahan menjadi sesuatu yang positif. Dikutip dari All Women Stalk (30/7), ada 7 cara untuk mengelola marah.

1. Jalan-jalan

Tengah terjebak dalam perdebatan yang menimbulkan kemarahan? Ada baiknya Anda memilih untuk meninggalkan lawan bicara. Dengan meninggalkannya, pikiran negatif yang ada akan berangsur hilang.

2. Menulis

Cara lain untuk menumpahkan kekesalan adalah dengan menulis. Benar, menulis itu membebaskan. Tak hanya ide, menulis juga membebaskan amarah.

3. Berbicara

Lidah tak bertulang, begitu juga dengan kesalahan orang lain. Jika tak memiliki cara untuk menghilangkan kemarahan, ajak seseorang yang membuat Anda marah untuk berbicara. Bisa saja dia melakukan kesalahan tanpa disengaja. Jadi, Anda perlu memberitahukan kepadanya.

4. Berteriak

Banyak orang menghilangkan stres dengan cara berteriak. Sebenarnya, berteriak adalah sugesti untuk membuat pikiran menjadi lebih tenang. Tetapi, justru dengan sugesti tersebut, kemarahan akan berangsur hilang.

5. Berhitung

Kebiasaan waktu kecil ketika akan tidur adalah menghitung domba. Kini lakukan kebiasaan tersebut ketika sedang marah. Mungkin terdengar lucu, tapi dengan menghitung, pikiran akan dialihkan pada sesuatu yang menarik dan tidak jenuh.

6. Memanjakan

Marah adalah sebuah pikiran negatif yang terbentuk. Tak jarang, saat marah banyak orang justru merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Jika hal itu terjadi, jangan manjakan dia. Karena, semakin terperangkap pada kemarahan, semakin banyak barang-barang yang rusak.

7. Bantuan

Jika keenam hal tersebut telah dilakukan namun kemarahan tak kunjung hilang, maka disarankan untuk konsultasi pada dokter syaraf. Karena, bisa saja terjadi kelainan syaraf seperti post traumatic disorder, depresi, atau hal-hal lain semacamnya.

Makin Muda Dengan Musik

||
main musikSudah lama diketahui bahwa musik bisa membantu menenangkan. Tapi jika seseorang bisa memainkan salah satu alat musik maka manfaatnya bertambah, yaitu mencegah otak agar tidak cepat tua.

Bukti-bukti menunjukkan belajar bermain alat musik dan terus berlatih sambil bermain bisa memberikan manfaat mental sepanjang hidup serta memberikan pengaruh positif bagi pendengaran.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience menunjukkan bermain alat musik bisa mengurangi efek penurunan mental yang berhubungan dengan penuaan, sehingga membuat otak tidak cepat tua.

Jika seseorang belajar musik dari kecil hingga dewasa maka ia memiliki memori dan kemampuan kognitif yang lebih baik dibanding non-pemusik. Serta jika bisa bertahan hingga usia lanjut dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan menetralisir dampak negatif dari usia.

"Perilaku dapat mengubah otak Anda. Di masa kecil yang mana saat otak masih berkembang, belajar alat musik dan terus bermain bisa meletakkan dasar untuk manfaat yang besar dikemudian hari," ujar penulis studi Brenda Hanna-Pladdy dari Emory University di Atlanta, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (7/8/2012).

Hanna-Pladdy menuturkan jika seseorang baru belajar alat musik saat usia pertengahan atau dewasa dan rutin bermain, maka ia tetap akan mendapatkan manfaat pencegahan penuaan otak meski tidak sebesar orang yang bermain sejak kecil.

Studi ini melibatkan 70 orang baik musisi maupun yang bukan dan dievalusi dengan melakuakn res neuropsikologi serta disurvei mengenai gaya hidupnya secara umum. Diketahui otak dari musisi ini tidak cepat tua karena memiliki nilai lebih tinggi pada tes ketajaman mental, meori verbal, daya ingat dan ketangkasan motorik.

"Musik secara alami bisa memberikan stimulasi multi-indera dan cara yang efektif untuk mengobati gangguan seperti stroke. Serta membantu melindungi otak terhadap penurunan kognitif," ujar Hanna-Pladdy.