Atasi Stres dan Depresi Dengan Blogging - Blogging, atau aktivitas menulis di blog secara teratur, telah dilakukan oleh banyak orang di era digital ini. Blog memiliki banyak kegunaan, seperti untuk bisnis, membangun komunitas, berbagi ilmu, atau sekedar berbagi cerita. Namun, tahukah Anda bahwa blogging ternyata juga bisa mempengaruhi kesehatan?
Sebuah penelitian di Penn State dan Brigham Young University yang mengamati 157 ibu muda menemukan bahwa blog memiliki dampak positif bagi mereka.
Ibu muda seringkali disibukkan dengan urusan bayi dan diri mereka yang mengalami sindrom pasca-melahirkan. Sindrom ini bisa beragam mulai dari tekanan karena selalu memikirkan anak, kurangnya rasa percaya diri, hingga stres dan depresi pada diri mereka sendiri.
Rupanya dengan menulis atau membaca blog, mereka merasa menerima banyak dukungan dari ibu-ibu muda lain yang mereka temui di dunia maya.
Peneliti dari Penn State, Brandon T McDaniel, menjelaskan bahwa ini bukan berarti ibu muda yang mendapatkan dukungan kemudian langsung tak merasa stres. Namun dukungan yang mereka dapatkan bisa membantu mengurangi rasa stres dan depresi yang mereka rasakan.
Berdasarkan Yahoo! Shine (05/07), blogging tak hanya mempengaruhi ibu muda, namun semua orang yang mengalami masalah dan emosi. Blogging juga memiliki fungsi terapi. Ketika seseorang yang memiliki masalah membaca tulisan orang lain dengan masalah serupa atau lebih besar, maka mereka tak akan merasa sendirian.
Dengan menuliskan cerita mereka di blog secara bebas, banyak orang merasa lebih tenang karen berhasil mengeluarkan ketakutan atau masalah yang mereka rasakan. Dukungan teman-teman maya yang membaca blog-nya pun bisa membuat orang tersebut merasa lebih baik.
Meski begitu, peneliti merasa perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh blog dengan kesehatan ini. Bagaimana menurut Anda sendiri. Jika Anda seorang blogger, apakah menulis atau membaca blog orang lain bisa memberikan efek terapi bagi Anda?