Beberapa orang lebih suka berolahraga sambil mendengarkan musik dengan alasan performa mereka akan lebih baik dan maksimal jika melakukannya. Benarkah demikian? Temukan jawabannya seperti yang dilansir dari Health Me Up (16/06) berikut ini.
Tempo musik dan olahraga
Pada tahun 2009, para peneliti dari Liverpool John Moores University di Inggris mengukur performa atlet berdasarkan tempo musik yang didengarkan. Sebanyak 12 relawan mengendarai sepeda selama 25 menit sambil mendengarkan tiga jenis musik yang berbeda. Hasilnya, performa olahraga memang meningkat sebanyak 3,5% ketika tempo musik dipercepat dan performa menurun sebesar 9,*% apabila tempo musik diperlambat.
Ada dan tidak ada musik saat olahraga
Penelitian lain di tahun 2004 di Lincoln University di Inggris, para ahli menggunakan relawan yang melakukan olahraga angkat berat. Dalam beberapa percobaan dengan dan tanpa musik, hasil studi membuktikan mereka yang mendengarkan musik mampu mengangkat beban berat dalam waktu yang lebih lama daripada relawan yang tidak mendengarkan musik.
Jadi, kesimpulannya?
Musik memang bisa meningkatkan performa berolahraga, apabila menyimpulkan dari kedua penelitian yang ada. Musik dianggap sebagai sebuah motivasi bagi para atlet atau siapa saja yang melakukan olahraga.
Otak merupakan biang di balik kekuatan musik dalam meningkatkan performa berolahraga. Sebab jika pikiran Anda memberi tahu bahwa Anda telah mencapai batas dan menyimpulkan titik kelelahan Anda, musik bisa menjadi motivasi bagi pikiran dan menunda batas tersebut agar Anda tetap bisa melanjutkan olahraga. Bagaimana menurut Anda?