Batu ginjal diawali dari pembentukan kristal dalam urin karena bahan kimia yang berlebihan atau tidak mencukupi. Hal ini dapat terjadi ketika urin terkonsentrasi.
Para ahli melakukan pengamatan terhadap gaya hidup dan pola diet yang mungkin menjadi penyebabnya. Anak-anak kadang tidak minum cukup air dan makan makanan yang mengandung garam dalam kadar tinggi yang dapat meningkatkan kalsium kemih.
Semua hal yang dapat meningkatkan kalsium dalam urin diketahui dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Batu ginjal terdiri dari kalsium oksalat, dimana batu-batu ini terbentuk ketika oksalat, produk sampingan dari makanan tertentu mengikat kalsium dalam urin.
Anak yang obesitas juga dapat menjadi faktor risiko terhadap batu ginjal. Selain itu, batu ginjal juga dapat terjadi pada anak yang mempunyai riwayat keluarga yang menderita batu ginjal.
Waspadai keluhan sakit perut yang tidak normal pada anak, yaitu di kedua sisi perut bagian bawah yang bisa jadi gejala batu ginjal. Batu ginjal lama kelamaan akan mengeras dan membuat anak gelisah karena geraknya terbatas oleh rasa sakit di perut.
Gejala lainnya adalah pucat, berkeringat, mual, muntah dan adanya darah dalam urin yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Jika anak mengalami gejala ini, segera periksakan kondisi anak ke dokter.
Sebelum terlambat, lakukan tindakan pencegahan penyakit batu ginjal pada anak, seperti dilansir sheknows, Kamis (16/8/12) sebagai berikut:
1. Pastikan anak-anak minum banyak cairan, terutama air putih.
2. Batasi makanan yang mengandung kadar garam tinggi, terutama makanan cepat saji.
3. Jangan abaikan keluhan sakit perut, panggul atau punggung yang berulang.
4. Jangan menghindari kalsium dalam makanan, karena hal ini tidak ada hubungannya dengan kalsium yang ditemukan dalam air seni dan diperlukan untuk kesehatan tulang.